Dr. Zuliati Rohmah, M.Pd.
Dosen pada Fakultas Adab
Dalam
konteks masyarakat Indonesia, terutama yang berbasis Islam, proses
pembelajaran Bahasa Inggris tidak jarang menghadirkan kebingungan di
kalangan para siswa. Sebagian kalangan muslim ada yang memandang bahwa
bahasa Inggris adalah bahasa milik orang kafir. Hal ini tidak bisa
disalahkan karena memang sebagian besar negara yang menggunakan bahasa
Inggris sebagai bahasa pengantar dalam kehidupan sehari-hari
penduduknya mayoritas non muslim. Karena itu, mereka juga mengingatkan
agar pembelajaran bahasa Inggris haruslah ‘murni’ dalam artian tidak ada
agenda terselubung untuk menggeser nilai Islam dengan nilai barat.
Namun,
pesan ini tidak gampang untuk dilakukan. Secara sengaja ataupun tidak,
pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing mengandung pengenalan
norma dan budaya yang terbawa dalam Bahasa Inggris yang tidak jarang
berbeda atau bahkan bertentangan dengan ajaran Islam. Rohmah (2012)
menjelaskan bahwa pengajaran budaya tak terhindarkan dalam pembelajaran
bahasa karena “many linguistic symbols cannot be interprepet without
knowing their cultural contents. Several cultural aspects do exist
beyond the lexical symbols.”
Untuk
mengakomodasi keberatan kalangan ini, para penulis materi pelajaran dan
guru Bahasa Inggris perlu memodifikasi peran bahasa Inggris dari bahasa
imperialistik (Phillipson, 1992) menjadi bahasa instrumental. Sebagai
bahasa imperialistik, bahasa Inggris mendominasi bahasa lokal; nilai
budaya yang menempel pada bahasa tersebut juga mendominasi budaya
lokal—baik secara langsung ataupun tidak langsung. Dengan dipelajarinya
bahasa Inggris sebatas sebagai bahasa instrumental, bahasa Inggris
dipandang secara netral, tidak mendominasi, dan hanya dipakai sebagai
alat untuk memahami perkembangan dunia, termasuk perkembangan
teknologinya. Hanya saja, hal ini tidak selalu bisa dilakukan mengingat
kode-kode kebahasaan tidak dapat diajarkan secara terpisah. Proses
transmisi sosial budaya terjadi dalam berbagai tingkatan: isi latihan
soal, wacana budaya dalam buku teks dan sikap guru itu sendiri terhadap
bahasa yang diajarkannya (Buttjes, 1990; Lessard-Clouston, 1997).
Untuk
menyiasati hal tersebut, para guru dan penulis materi perlu
mengintegrasikan nilai Islam dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris.
Mereka dapat bercermin pada penggunaan bahasa Inggris di kalangan Muslim
yang hidup di English speaking countries. Lalu, bagaimana caranya? Rohmah (2012) merekomendasikan tiga cara berikut: meluncurkan buku teks khusus, menggunakan materi otentik dan menggunakan ELTIS Islamic Life Resource Pack.
Menulis dan Menggunakan Buku Teks Bahasa Inggris Khusus
Pilihan
pertama ini dapat dilakukan setelah seorang penulis buku atau sebuah
tim meluangkan waktu khusus untuk menulis buku teks bahasa Inggris yang
memuat berbagai pesan dan ajaran Islam. Buku semacam ini belum tersedia
di pasaran. Draf buku yang pernah ditulis untuk keperluan ini adalah
‘English in Context’ oleh tim ISELP dengan pendanaan dari program
‘Learning Assistance Program for Islamic Schools’ (LAPIS). Namun draf
buku ini hanya ditulis untuk kelas VII dan belum sempat dipublikasikan
secara luas.
Di
lingkungan IAIN Sunan Ampel, penulis bersama dengan tim telah menulis
buku ‘English for Islamic Studies.’ Setelah dipergunakan selama beberapa
tahun, buku ini perlu direvisi untuk perbaikan dan diperkaya dengan
berbagai aktivitas pembelajaran yang menarik. Selain itu, buku yang
dimaksudkan untuk pembelajaran ‘General English’ juga perlu direvisi
dengan memasukkan teks-teks yang mengandung pesan Islam.
Pesan Islam dapat diintegrasikan dalam buku teks bahasa Inggris dengan cara:
- Langsung, yaitu menyebutkan topik dan pesan Islam secara eksplisit. Misalnya, topik “How to do Wudlu,” “Muslim to Muslim” “Five Pillars in Islam” dan “Economic Concept in Islam” menunjukkan pesan Islam secara terbuka sehingga siswa bisa memahami berbagai pesan dan ajaran Islam yang tertulis dalam teksberbahasa Inggris. Siswapun berlatih mengungkapkan ide mereka tentang topik-topik di atas dalam bahasa Inggris.
- Inklusif, yaitu memasukkan pesan-pesan Islam secara tidak langsung melalui gambar, nama, bangunan, aktifitas kebahasaan dan sebagainya. Gambar yang dipakai dalam buku dapat menyesuaikan dengan realitas masyarakat muslim, misalnya, gambar perempuan berkerudung, gambar lelaki berpeci atau bergamis, gambar masjid. Pesan Islam tentang kebersihan dapat diintegrasikan dalam materi “Can you keep the floor clean, please?” Berbagai aktifitas seorang muslim mulai wudlu, sholat, berdoa, menghadiri pengajian, silaturahmi dan lain-lain dapat diintegrasikan dalam materi berjudul “Daily Activities.”
Menggunakan Authentic Materials
Selain
menggunakan buku teks, pengintegrasian pesan Islam dalam pembelajaran
bahasa Inggris bisa dilakukan dengan menggunakan materi otentik yang
diambil dari kehidupan sehari-hari masyarakat muslim di English speaking countries
untuk dipergunakan dalam proses pembelajaran di kelas. Materi otentik
dapat berupa surat, katalog, novel cerita pendek, surat kabar, majalah,
brosur, kalender, kartu pos, lagu, DVD, rekaman radio, rekaman TV dalam
bahasa Inggris. IQRA’ foundation yang bermarkas di Chicago adalah salah
satu penerbit materi-materi keIslaman yang hasil terbitannya bisa
diadopsi.
Banyak
keuntungan pemakaian materi otentik dalam proses belajar mengajar.
Antara lain: memotivasi siswa, memberikan informasi tentang budaya Islam
kalangan muslim di English speaking countries, menghadirkan
kreatifitas yang lebih tinggi dan menjawab kebutuhan siswa untuk
berkomunikasi secara alami. Namun, ada juga kekurangan dalam penggunaan
materi otentik dalam kelas, antara lain, tingkat kesulitan materi belum
tentu sesuai dengan kelas. Materi otentik juga tidak mengandung petunjuk
penggunaannya di kelas sehingga guru harus memilih materi dan mendesain
kegiatan yang cocok untuk materi tersebut.
Menggunakan ELTIS Islamic Life Resource Pack
Materi
yang telah disusun oleh Tim English Language Training for Islamic
Schools (ELTIS) ini merupakan materi suplemen untuk tingkat sekolah
menengah pertama. Namun, materi ini dapat dipergunakan untuk tingkat
sekolah yang lain dengan cara memodifikasi aktifitas sesuai dengan
panduan guru.
Paket ini memiliki 12 set ready-to-use worksheet
dan setiap set terdiri dari 20 lembar. Lembar kerja terbuat dari kertas
tebal yang dilaminasi sehingga dapat digunakan berulang-ulang. Paket
ini juga dilengkapi dengan Teacher’s Guide yang berisi petunjuk tentang langkah-langkah pembelajaran bagi guru dan siswa.
Singkat
kata, pembelajaran Bahasa Inggris bisa dilaksanakan dengan hasil yang
maksimal baik dari segi penguasaan bahasa Inggris maupun penanaman nilai
Islam dalam diri peserta didik dengan cara menulis dan menggunakan buku
teks bahasa Inggris khusus, menggunakan authentic materials, dan/atau menggunakan ELTIS Islamic life resource pack.
Referensi:
Buttjes, D. (1990). Teaching foreign language and culture: Social impact and political significance. Language Learning Journal, 2, 53-57.
(5). Retrieved from: http://iteslj.org/Articles/Lessard-Clouston-Culture.html
Phillipson, R. (1992). Linguistic imperialism, Oxford: Oxford University Press.
Rohmah, Z (2012). Incorporating Islamic messages in the English teaching in the Indonesian context. International Journal of Social Science & Education, 2(2), 2223-4934.

This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteSip,Mungkin jika berkenan mempelajari makna dengan metode ala sherlock bisa berkunjung ke blog saya http://silencethief.blogspot.com/
ReplyDelete